skip to main |
skip to sidebar
KAMI DAN KALIAN
Kahlil Gibran
Kamilah putra-putra penderitaan, sedang kalian
Putra-putra kerian. Ya, kamilah putra penderitaan
Dan penderitaan adalah bayangan Tuhan tunggal
Yang tak mendiami kawasan hati dengki.
Kamilah ruh yang sangsai, dan dukacita amatlah mulia
Buat berdiam di hati kecil
Bila kalian tertawa, kami meratap dan menangis,
Dan siapa yang pernah dibakar sekaligus dicuci oleh air matanya sendiri
Selamanya kan tetap suci
Biarpun kalian tak memahami kami, toh kami layangkan simpati.
Kalian ngebut bersama derasnya bengawan kehidupan,
Maka kalian tak menoleh kami,
Padahal kami duduk di bantaran sungai
Menontoni kalian dan menangkap suaramu ganjil
Kalian tak menangkap jeritan kami
Bisingnya hari membuat kalian tuli,
Tersumbat zat batu kehidupanmu yang tak pedulikan
Akan kebenaran, namun kami mendengar nyanyianmu
Karena bisikan dalam membukakan nurani kami
Kami menyaksikanmu berdiri di bawah ujung jemari cahaya
Tapi kalian tak bisa melihat kami
Karena kami tinggal.....
Dalam kegelapan yang menjanjikan pencerahan
Kalian putra pengejar surga dunia
Kalian tempatkan hati dalam genggaman kehampaan
Karena sentuhan tangan kehampaan begitu luwes dan mengundang selera
Kalian tinggal dalam rumah kebodohan
Karena dalam rumah ini
Tiada cermin kaca buat memandang jiwa
Kami menghela nafas panjang, dan hari keluhan ini
Terbitlah bisikan bunga-bunga
dan gemerisik daunan dan bisikan anak sungai
tatkala kau rendahkan derajat kami, tingkahmu berbaur
Dengan penghancuran tengkorak, gemeretak reruntuhan
Dan ratapan dari jurang dalam
Kami menangis ....
Menaruh simpati pada si Miskin
Gelandangan dan Janda yang berduka
Sedang kalian Bersukaria tersenyum
Memandang emas yang gemerlapan....
0 komentar:
Post a Comment