Tuesday, 9 June 2015

                       KAMI DAN KALIAN

                        Kahlil Gibran

Kamilah putra-putra penderitaan, sedang kalian

Putra-putra kerian. Ya, kamilah putra penderitaan

Dan penderitaan adalah bayangan Tuhan tunggal

Yang tak mendiami kawasan hati dengki.


Kamilah ruh yang sangsai, dan dukacita amatlah mulia

Buat berdiam di hati kecil

Bila kalian tertawa, kami meratap dan menangis,

Dan siapa yang pernah dibakar sekaligus dicuci oleh air matanya sendiri

Selamanya kan tetap suci


Biarpun kalian tak memahami kami, toh kami layangkan simpati.

Kalian ngebut bersama derasnya bengawan kehidupan,

Maka kalian tak menoleh kami,

Padahal kami duduk di bantaran sungai

Menontoni kalian dan menangkap suaramu ganjil


Kalian tak menangkap jeritan kami

Bisingnya hari membuat kalian tuli,

Tersumbat zat batu kehidupanmu yang tak pedulikan

Akan kebenaran, namun kami mendengar nyanyianmu

Karena bisikan dalam membukakan nurani kami


Kami menyaksikanmu berdiri di bawah ujung jemari cahaya

Tapi kalian tak bisa melihat kami

Karena kami tinggal.....

Dalam kegelapan yang menjanjikan pencerahan


Kalian putra pengejar surga dunia

Kalian tempatkan hati dalam genggaman  kehampaan

Karena sentuhan tangan kehampaan begitu luwes dan mengundang selera


Kalian tinggal dalam rumah kebodohan

Karena dalam rumah ini

Tiada cermin kaca buat memandang jiwa


Kami menghela nafas panjang, dan hari keluhan ini

Terbitlah bisikan bunga-bunga

dan gemerisik daunan dan bisikan anak sungai


tatkala kau rendahkan derajat kami, tingkahmu berbaur

Dengan penghancuran tengkorak, gemeretak reruntuhan

Dan ratapan dari jurang dalam


Kami menangis ....

Menaruh simpati pada si Miskin

Gelandangan dan Janda yang berduka

Sedang kalian Bersukaria tersenyum

Memandang emas yang gemerlapan....

0 komentar: